page contents Kekuatan Pikiran dalam Pengasuhan dan Pendidikan Anak | SEBUAH CATATAN

Rabu

Kekuatan Pikiran dalam Pengasuhan dan Pendidikan Anak


Masa kecil adalah masa pembentukan konsep-konsep diri, citra diri, dan kecenderungan-kecenderungan pada manusia. Diakui atau tidak, perbedaan karakter, kebiasaan, selera, dan terlebih persepsi-persepsi kita tentang kehidupan dipengaruhi oleh masa kecil kita. Ajaibnya, semua itu dibentuk bukan lewat tutorial, melainkan diawali oleh pikiran dan persepsi orang tua atas anak-anaknya. Tak percaya?

Persepsi kita terhadap anak-anak ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap cara kita memperlakukan mereka dan cara kita berbicara atau bersikap terhadap mereka, dan hal itu pun akan menular pada anak-anak tanpa kita sadari.

Bayangkan ketika kita sedang merasa kesal pada anak-anak saat mereka membuat gaduh. Wajah kita berubah kusut, suara kita menjadi sedikit tegang, dan mungkin meledak jika tak sempat terkontrol. Lalu apa yang mungkin dipikirkan anak-anak tentang kita dengan sikap tersebut? Yakinlah mereka pun akan merasakan ketidaknyamanan itu secara otomatis.

“Pikiran adalah kekuatan paling dahsyat. Begitu pula dalam dunia anak. Segala bentuk pikiran yang terlintas dalam pikiran mereka setiap hari akan mempengaruhi semua aspek kehidupan mereka. Sikap, pilihan, kepribadian dan siapa mereka sebagai individu, adalah produk dari pikiran-pikiran tersebut.”

1.  Kekuatan Kata-Kata
Ketika kita sekolah dulu, mungkin pernah mendengar istilah diksi (pilihan kata). Ternyata, hal itu sangat penting diperhatikan dalam mengarahkan pikiran kita dan anak-anak.
Kata-kata adalah lukisan verbal dari pikiran dan perasaan. Kesan yang ditangkap anak-anak dari kata-kata yang kita ucapkan akan diolah sedemikian rupa oleh otak mereka.

Satu hal yang menarik, anak-anak ternyata akan lebih fokus pada kata terakhir yang mereka dengar daripada uraian kata di awal kalimat, betapapun penting dan panjangnya kata-kata pada awal kalimat tersebut.
Beberapa waktu lalu kami sekeluarga pergi mengunjungi kerabat di Jakarta. Di dalam bis kami lihat seorang ibu menggendong anaknya yang masih berusia kurang lebih satu tahun. Anak itu nampak manis dalam gendongan ibunya, sampai kemudian sang ibu berkata pada anaknya, “Ade, jangan rewel ya, jangan nangis!” Ajaibnya, tak lama kemudian anak itu malah merengek-rengek dan bahkan menangis keras tanpa alasan yang jelas.

Ya, teori tentang efek kata terakhir pada anak ternyata benar-benar terbukti. Kalimat yang diucapkan si ibu adalah kalimat negatif, “Jangan rewel!” namun kesan paling dalam yang didengar anak ternyata terletak pada kata terakhir yaitu ‘rewel”.

Lawan dari kalimat negatif adalah kalimat positif. Mempergunakan kalimat positif akan mengarahkan pikiran kita pada apa yang kita inginkan, sedangkan kalimat negatif mengarahkan pikiran pada apa yang tidak kita inginkan.

Misalnya kalimat, “Saya tak mau gagal lagi.” Itu adalah kalimat negatif yang lebih mungkin dipersepsi pikiran kita menjadi “gagal lagi”. Namun sesungguhnya kalimat itu bisa berubah postif jika pilihan kata yang kita gunakan adalah, “Kali ini saya akan berhasil”.

2. Mengajarkan Pikiran Positif pada Anak
Melatih anak untuk berpikir positif juga diawali dengan melatih mereka untuk mempergunakan kalimat positif dan menghindari kalimat negatif.
Bagaimana menjelaskan tentang perbedaan pikiran negatif dan positif pada anak-anak  adalah dengan membuat perumpamaan. Pikiran itu ibarat taman. Pikiran positif itu adalah bunga yang membuat kita senang ketika melihatnya, sedangkan pikiran negatif adalah rumput liar yang membuat bunga terlihat kacau dan kita yang melihatnya merasa terganggu. Supaya bunga tumbuh dengan baik, maka sesering mungkin kita harus menyingkirkan rumput liar yang ada di sekelilingnya.

2.  Kekuatan Afirmasi
Beragam hal dalam kehidupan anak-anak terkait pertemanan, persepsi diri, kemampuan-kemampuan intelektual, ataupun optimisme pribadi erat hubungannya dengan bagaimana mereka memikirkan itu semua.
Afirmasi adalah cara paling mudah untuk mengarahkan pikiran dan bahkan keadaan yang negatif menjadi positif. Sebuah penggalan cerita berikut akan menjelaskan hal itu:
Ketika Muadz, anak laki-lakiku sakit, ia pergi ke dokter karena kutil yang sangat sakit, berakar di dalam kakinya. Dia dijadwalkan akan diobati dengan mencabut kutil itu seminggu kemudian. Tetapi ketika hari itu tiba, Muadz mengatakan kepadaku bahwa kutil itu hampir hilang. Ketika mengeceknya. aku melihat memang benar demikian dan meminta dokter agar membatalkan janjinya. Ketika aku bertanya kepada Muadz apa yang telah dia lakukan, dia mengatakan kepadaku bahwa setiap pagi dia melihat kakinya dan berkata, “kakiku bertambah baik dan baik setiap hari.” Dia telah menggunakan teknik afirmasi untuk menyembuhkan penyakitnya.

Anda boleh percaya, boleh juga tidak. Namun tak ada salahnya kan menyimak Artikel di atas

Artikel Yang Berhubungan



18 comments:

2012 (PERTAMAX) mengatakan...

terima kasih atas tips nya :)

Dilarang pertamaxx di artikel ini :)

axc mengatakan...

nice post terima kasih atas tips nya

Sumber Bisnis Dollar mengatakan...

Thanks for providing valuable information on the topic. Keep posting

tips beli rumah mengatakan...

butuh sesuatu yang beda namun berpendidikan dan berkarakter tinggi dalam mendidik,..

Billa mengatakan...

apapun isinya jika artikel itu berbicara tentang anak, aku pasti membacanya...aku punya sebuah permata "nabila"...hadir saat usianya baru 7 bulan diperutku...sangat kecil 1,9kg...sekarang 8 tahun...aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya dan terimakasih untuk tipsnya...pasti berguna untuk hari hariku bersama nabila...

blogilicious de surabaya mengatakan...

makassih atas tipsnya mas

obat alternatif mengatakan...

ok juuga postingan nya..

mksih buat postingan nya

Zubilla mengatakan...

kekuatan afirmasi...bisakah anda jelaskan apa arti dr afirmasi...diatas anda memaparkan contohnya tapi definisi dari afirmasi sendiri tidak ada...apakah hampir sama dengan kekuatan doa..?????
-------------------------------------------------------------------
Home And Interior Design

penyakit lupus mengatakan...

trimaksih buat tips nya.
semoga jadi motivasi..
amin :)

OBAT-ALTERNATIF mengatakan...

artikel nya sangat mendukung saya..
saya menjadi termotivasi dengan artikel ini..
hehe

xamthoneplus mengatakan...

mari kita didik dengan baik dan benar..
supaya menjadi anak yang berbakit kpd ortu,,

mksih buat info nya

obat penyakit tipes mengatakan...

yapz,, memang betul sekali pikiran orang dewasa hendaklah harus bisa dijaga sebaik mungkin di depan anak-anak,,,

obat tradisional batu ginjal mengatakan...

makasih buat info nya

xamthone plus mengatakan...

cipt
thanks for the share

cara menjadi agen xamthone mengatakan...

pendidikan buat anak-anak memang tergantung dari orang dewasa,,,, untuk itu jadilah orang dewasa itu contoh buat anak-anak..

penyakit asam urat mengatakan...

yapz memang betul sekali,,,, thanks ya atas inspirasinya...!!!

ViAndSun Shop mengatakan...

keren banget ..... sumber inspirasi

ViAndSun Shop mengatakan...

waw ada juga ternyata kisah seperti ini... menyentuh banget dahh

Poskan Komentar